Larantuka: Vatikan Versi Indonesia di Ujung Flores

Kota Larantuka Adalah Kota Vatikan  Indonesia
Foto : Enu Molas@chay.enza

Enumolas.com – Larantuka merupakan bagian dari Pulau Flores. Kota Larantuka terletak di timur pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Merupakan salah satu kota indah yang memiliki sejarah masuknya agama katolik di Indonesia.

Surga Kecil Itu Berada di Larantuka

Kota Larantuka memiliki penataan kota yang cukup menarik, dibangun memanjang dari pesisir barat sampai ke pesisir timur serta diapiti gunung dan laut di selatan dan utara menghasilkan panorama alam yang indah.

Baca: Roko Molas Poco: Ritual Unik di Manggarai

Larantuka: Vatikan Versi Indonesia

Larantuka dijuluki sebagai Vatikan-nya Indonesia. Kota kecil ini menyajikan wisata dengan nuansa religious tepatnya wisata rohani setiap hari raya umat nasrani yang berlangsung setiap tahun.

Kota Larantuka Adalah Kota Vatikan  Indonesia
foto : Enu Molas @aristo_flores

Banyak wisatawan asing dari berbagai negara yang sangat antusias mengikuti wisata rohani yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah umat katolik tersebut.

Tidak tanggung–tanggung, setiap perayaan paskah di kota ini bisa didatangi hingga ribuan peziarah dari berbagai negara seperti Spanyol, Portugal, Italia, Brazil, Italia dan negara lainnya.

Kota Larantuka Adalah Kota Vatikan  Indonesia
foto : Enu Molas @aristo_flores

Pekan Suci ini dilakukan dalam satu rangkaian panjang, mulai dari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga Minggu Paskah.

Kota Larantuka Adalah Kota Vatikan  Indonesia
Foto : Enu Molas @ferdinando405

Semana Santa merupakan sebuah perayaan dalam umat Katolik yang merupakan warisan dari Bangsa Portugis sejak 5 abad lalu.

Tuan Ma diarak dalam festival Semana Santa. Ada dua patung yang menjadi sosok penting dalam perayaan Semana Santa, yaitu Patung Tuan Ma dan Patung Tuan Ana. Tuan Ma adalah patung Bunda Maria, sedangkan Tuan Ma adalah patung Yesus  Kristus.

Akulturasi budaya, agama, dan tradisi–tradisi lokal yang cukup kental menjadikan tradisi ini kuat, mengakar, dan tetap dijalankan setiap tahunnya dan menjadi salah satu prosesi  adat yang diminati masyarakat katolik di dunia.

Artikel SebelumnyaRoko Molas Poco: Ritual Unik di Manggarai
Artikel BerikutnyaKenaikan Harga Tiket Pulau Komodo Dan Pulau Padar